Selasa, 08 September 2015

KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI STUDI DESKRIPTIF PENGGUNAAN ICT SEBAGAI SALAH SATU PENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA



KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI STUDI DESKRIPTIF PENGGUNAAN ICT SEBAGAI SALAH SATU PENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA
Oleh
Intan Winda Oktavia

Mahasiswa Program Studi D3 Perpustakaan
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Abstrak : Pembelajaran inovatif  dilaksanakan berangkat dari permasalahan rendahnya hasil belajar yang diakibatkan oleh tingginya miskonsepsi, rendahnya minat dan aktivitas belajar, serta miskinnya sumber dan lingkungan belajar. Upaya pemecahan dilakukan dengan mengimplementasikan modul eksperimen berbasis ICT menggunakan siklus belajar eksperensial. Berdasarkan hasil kutipan dari beberapa sumber tertulis dapat disimpulkan bahwa dalam perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi sekolah mulai
berlomba untuk menjadi sekolah yang memiliki taraf internasional dengan
memenuhi berbagai persyaratan yang mungkin dilakukan salah satunya dengan
penggunaan ICT. Melalui penggunaan ICT, bisa memberikan informasi tanpa
batas yang tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga negatif bagi siswa
maka kemampuan literasi informasi siswa sangat diperlukan.
Kata Kunci : ICT , literasi infomasi

 
Pengertian literasi informasi
Literasi informasi adalah kemampuan untuk tahu kapan ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi.( National Forum on Information Literacy.)
Menurut American Library Association (ALA), literasi informasi merupakan serangkaian kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk menyadari kapan informasi dibutuhkan dan kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif.
Literasi informasi sangat berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan terhadap semua aspek kehidupan. Literasi informasi menuntut kemampuan menganalisis suatu informasi untuk digunakan secara tepat untuk memecahkan masalah. Literasi informasi tidak hanya berkaitan dengan mengakses informasi, namun lebih kepada proses pembentukan seseorang menjadi pemelajar seumur hidup.
Kecakapan ICT (Information and Communication Technology Skills)
(Suparlan, 2007) Menginjak abad milenium ketiga ini, banyak kita yang merasa terperangah menghadapi perkembangan ICT yang demikian pesat. Betapa tidak! Setiap orang, siapa pun dia, kini telah menggenggam telepon seluler yang kemampuannya cukup membuat kita tekagum-kagum. Sampai-sampai kantor pos kita merasa kehilangan bisnis inti(core bussiness) yang sebelumnya sempat menjadi andalah. Kita juga terperangah ketika alat yang besarnya benar-benar hanya segenggam tangan itu dapat mengirimkan SMS dengan begitu cepat, dapat merekam video yang bahkan dapat dihubungkan melalui komputer, memiliki sistem alarm, ada penunjuk waktu (jam), dan banyak aplikasi lain yang sebelumnya tidak kita bayangkan. Demikian juga dengan dunia perkomputeran. Dari komputer hitam putih yang kita miliki pada awal tahun 80 – 90-an, kini telah lahir generasi baru komputer lengkap dengan perangkat multimedia yang sangat canggih. Kemampuan untuk menyimpan data dan informasi, serta kecepatan merekam dan menyampaikan informasi, merupakan satu kelebihan perangkat keras ini yang sebelumnya tidak terbayangkan. Bahkan, kini hard disk pun dapat kita bawa kemana kita pergi. Flash disk atau USB dengan kapasitas bukan hanya megabite, tetapi gegabite. Bahkan kadang lebih besar dari hard disk yang ada di dalam hard disk komputer pribadi (personal computer atau PC) yang ada di kantor kita. Komputer pribadi yang ada di kantor dan rumah kita pun kini telah bergeser menuju laptop yang nyaris hanya memiliki berat di bawah dua kilogram kini banyak ditenteng para dosen, pendidik, bahkan kini juga para mahasiswa dan pelajar. Di Malaysia kini memiliki program satu siswa satu laptop. Program itu sesungguhnya telah dimulai oleh Tukul Arwana dalam acara ”Empat Mata” yang demikian paforit itu. Tukul telah memperoleh harga jual yang tinggi dari kejujuran, kesederhaan, spontanitas, keluguan, dan kecerdasannya. Sampai-sampai para anggota DPR pun tidak ingin kalah dengan pelawak-entertainer itu.
Dalam bukunya bertajuk Effective TeachingEvidence and Practice, Daniel Muijs dan David Reynolds menjelaskan beberapa hal tentang kecakapan ICT. Bagaimana ICT dapat membantu siswa belajar?
Pertamapresenting information. ICT memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk menyampaikan informasi. Ensiklopedia yang jumlahnya beberapa jilid pun dapat disimpan di hard disk. Bahkan kini telah lahir google0earth yang dapat menunjukkan kepada kita seluruh kawasan di muka bumi kita ini dari hasil foto udara yang amat mengesankan. Dengan membuka www.google.com, data dan informasi akan dengan mudah kita peroleh. Mau membuat grafik dan tabel? Itu sangatlah mudah. Komputer akan dengan senang hati membantu peserta didik untuk membuatkan grafik dan tabel secara otomatis, dengan hanya memasukkan data sesuai dengan yang kita inginkan.
Keduaquick and automatic completion of routine tasks. Tugas-tugas rutin kita dapat diselesaikan dengan menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis. Mau membuat grafik, membuat paparan yang beranimasi, dan sebainya, dengan mudah dapat dilakukan dengan bantuan komputer.
Ketigaassessing and handling information. Dengan komputer yang dihubungkan dengan intenet, kita dapat dengan mudah memperoleh dan mengirimkan informasi dengan mudah dan cepat. Melalui jaringan internet, kita dapat memiliki websiteyang menjangkau ujung dunia mana pun. Jangan heran, anak-anak kita dapat dengan mudah melakukan cheating atau ngobrol dengan temannya yang berada entah di belahan dunia mana.
Masih banyak lagi manfaat yang dapat kita ambil dari penggunaan ICT dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan dalam bidang teknologi informasi haruslah dikuasai sebaik mungkin oleh generasi muda kita melalui pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Pendidikan nasional memiliki banyak tantangan baik dari sisi input, proses maupun output. Beberapa tantangan pendidikan nasional tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Banyak anak usia sekolah yang belum dapat menikmati pendidikan dasar 9 tahun. Anak usia 7 – 12 tahun masih dibawah 80% yang telah menikmati pendidikan (APK SMP 85,22, dan APK SMA 52,2).
2.    Tidak meratanya penyebaran sarana dan prasarana pendidikan/sekolah sebagai contoh: tidak semua sekolah memiliki telepon, apalagi koneksi internet.
3.    Tidak seragamnya dan rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang sekolah yang ditunjukkan dengan masih rendahnya tingkat kelulusan Ujian Nasional dan nilai Ujian Nasional.
4.    Rendahnya jumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ( PTN – 82 dan PTS – 2.236 (Dikti,2003))
5.    Rendahnya daya tampung dan tingkat partisipasi kuliah (Daya tampung sekitar 3,2 juta mahasiswa dengan tingkat partisipasi  12.8%. Padahal, Filipina mencapai 32% dan Thailand telah mencapai 30%.
6.    BAN sebagai penentu kualitas pendidikan menginformasikan bahwa hampir 50% pendidikan tinggi berakreditasi C (46,35% program diploma dan 47.97% PTN dan PTS).
7.    Rendahnya Tenaga Pengajar Non Formal (PLS). Kebutuhan guru PLS mencapai angka 519.790 orang. Sementara  yang ada hanya sebesar 113.622 orang  atau 22%. Sehingga diperlukan 406.168 guru atau 78%.  (PMPTK 2006).
8.    Rendahnya tenaga pendidik yang belum memenuhi syarat sertifikasi (dari  2.692.217 orang guru yang ada, 727.381 orang (27%)  memenuhi syarat sertifikasi, sisanya 1.964.836 (73%) belum memenuhi syarat sertifikasi.
9.    Berdasarkan survey HDI th 2005, Indonesia menduduki ranking 112 dari 175 negara (jauh berada di bawah Malaysia dan Bangladesh).
10. Rendahnya tingkat pemanfaatan TIK di sekolah/kampus (Digital Divide), yang ditunjukkan dengan kondisi dimana tidak semua sekolah mempunyai sarana TIK.  Sekalipun ada, jumlahnya terbatas dan pemanfaatannya masih belum optimal.
Dampak positif pembelajaran dengan media ICT
1. Lebih efektif
Komputer memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat siswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Selain itu, biasanya dengan media ICT ini materi yang begitu padat dapat lebih dioptimalkan penyampaiannya. Cara pengoptimalan penyampaian ini biasanya dengan metode berkelompok, sehingga aktivitas belajar siswa akan meningkat.
2. Siswa terlihat lebih bersemangat
Dengan banyaknya aplikasi pada media ICT membuat semangat siswa meningkat. Pengajar dapat bebas membuat aplikasi menarik yang tentunya merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut.
3. Meningkatkan pengetahuan tentang teknologi
Di era globalisasi saat ini media ICT berkembang pesat. Adanya pembelajaran dengan media ICT ini membantu siswa meningkatkan pengetahuan mereka tentang teknologi selain dari mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Itu dikarenakan keingintahuan siswa yang besar sehingga mereka tertarik mempelajarinya.
4. Mudah dalam mencari informasi
Dengan media ICT akan mempermudah dalam mencari informasi, termasuk mengenai materi-materi pembelajaran, terutama dengan media internet.
Dampak negative dari pembelajaran dengan media ICT adalah ;
1. Siswa kurang memperhatikan saat proses pembelajaran
Media ICT mempunyai banyak aplikasi yang memudahkan pemakainya. Namun, terkadang karena terlalu berlebihan siswa malah memperhatikan penggunaan aplikasi tersebut bukan materinya.
2. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan
Untuk beberapa mata pelajaran siswa mungkin dapat memahami dengn mudah materi yang disampaikan. Namun untuk beberapa siswa kurang memahami materi di beberapa materi tersebut. Ini dikarenakan penggunaan media kurang sesuai dengan harapannya meningkatkan kreatifitas siswa. Yang terjadi adalah komunikasi searah yang kemudian pembelajaran tersebut menjadi kurang diminati siswa.
3. Memberikan masalah baru kepada sekolah
Dampak positif teknologi terhadap dunia pendidikan sudah tidak diragukan lagi. Berbagai pendapat pakar dari berbagai disiplin ilmu sepakat bahwa kehadiran teknologi baru seperti internet dan lain-lain akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Namun perlu disadari bahwa kehadiran teknologi tersebut di sekolah juga menimbulkan masalah baru apabila sekolah tidak siap antara lain
a. Sarana disekolah belum memadai
b. Keterbatasan biaya dan tenaga operasional
c. Kepala sekolah dan guru kurang sadar akan pentingnya media pendidikan
d. Beban orang tua siswa lebih berat
e. Kondisi keamanan sekolah kurang memadai
f. Persepsi yang salah terhadap media pembelajaran
g. Guru merasa terbebani
Kemampuan literasi informasi siswa yang ditunjang oleh penggunaan ICT
Michael B, 2004). Secara singkatnya literasi informasi adalah kemampuan untuk mengevaluasi informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber informasi yang
tersedia untuk bisa dimanfaatkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang hendak
dicapai dengan mempertimbangkan keadaan di sekitanya baik ekonomi, sosial,
politik, hukum, dls, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh doyle berikut:
“information literate individual is able to:
1. determine the extent of information needed for certain purposes
2. access and retrieve the needed information effectively and efficiently
3. critically evaluate information and its sources
4. incorporate selected i nformation into one’s knowledge base
5. use information effectively to achieve specific purposes
6. use information with understanding and acknowledging the cultural, ethical, legal, Economic, and social issues surrounding its use” (Doyle, 1992 dalam Moh. Anwrul, 2010)
Dalam pengertian Literasi informasi selain menyampaikan hal untuk berpikir
kritis dan menggunakan informasi dengan layak, literasi informasi juga mengandung
pengenalan bentuk penyampaian informasi dari yang sederhana me njadi kompleks,
dan mungkin men gandung kata tercetak, ilustrasi, potografi, grafik, peta, tabel,
multimedia, rekaman suara, computer grafik, atau animasi. Di masa yang akan
datang mungkin ada bentuk lain untuk penyampaian informasi yang tidak bisa
dibayangkan (Eisenberg, Michael B, 2004).
Kemampuanya memperoleh informasi yang akurat, dari sumber informasi yang
benar serta mampu untuk mengevaluasi informasi yang dimilikinya serta mampu
untuk mengkomunikasikan informasi tersebut pada orang lain sehingga informasi
tersebut selain bermanfaat untuk dirinya juga bisa bermanfaat untuk orang-orang
disekitarnya dengan adanya ICT

DAFTAR PUSTAKA
Damar, Eka. 2012. Pengertian ICT, Peranan ICT, Dan Pemanfaatan ICT Di Bidang Industri
Mingsihmanto. 2010. Dampak Penggunaan ICT, (online),
Salmubi. Peningkatan Daya Saing Bangsa Lewat Program Literasi Informasi: Sebuah
Peran Perpustakaan Nasional Di Era Informasi, (online), (http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=52905&idc=34), diakses pada 30 Oktober 2014.
Suparlan. 2007. Penggunaan ICT dalam Proses Pembelajaran di Sekolah, (Online),
Wikipedia. 2012. Literasi Infomasi, (online), (id.wikipedia.org/wiki/Literasi_informasi),
diakses pada 30 Oktober 2014.
Yusuf, Adie. Pemanfaatan ICT Dalam Pendidikan: Kebijakan dan standarisasi mutu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar