KEMAMPUAN
LITERASI INFORMASI
STUDI DESKRIPTIF PENGGUNAAN ICT SEBAGAI SALAH
SATU PENUNJANG KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI
SISWA
Oleh
Mahasiswa Program Studi D3
Perpustakaan
Fakultas Sastra,
Universitas Negeri Malang
Abstrak : Pembelajaran inovatif dilaksanakan berangkat dari permasalahan
rendahnya hasil belajar yang diakibatkan oleh tingginya miskonsepsi, rendahnya
minat dan aktivitas belajar, serta miskinnya sumber dan lingkungan belajar.
Upaya pemecahan dilakukan dengan mengimplementasikan modul eksperimen berbasis
ICT menggunakan siklus belajar eksperensial. Berdasarkan hasil kutipan dari
beberapa sumber tertulis dapat disimpulkan bahwa dalam perkembangan tekhnologi
informasi dan komunikasi sekolah mulai
berlomba untuk menjadi sekolah yang memiliki taraf internasional dengan
memenuhi berbagai persyaratan yang mungkin dilakukan salah satunya dengan
penggunaan ICT. Melalui penggunaan ICT, bisa memberikan informasi tanpa
batas yang tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga negatif bagi siswa
maka kemampuan literasi informasi siswa sangat diperlukan.
berlomba untuk menjadi sekolah yang memiliki taraf internasional dengan
memenuhi berbagai persyaratan yang mungkin dilakukan salah satunya dengan
penggunaan ICT. Melalui penggunaan ICT, bisa memberikan informasi tanpa
batas yang tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga negatif bagi siswa
maka kemampuan literasi informasi siswa sangat diperlukan.
Pengertian literasi
informasi
Literasi informasi adalah kemampuan untuk tahu kapan
ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan,
mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau
masalah yang dihadapi.( National Forum on Information Literacy.)
Menurut
American Library Association (ALA), literasi informasi merupakan serangkaian
kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk menyadari kapan informasi dibutuhkan
dan kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang
dibutuhkan secara efektif.
Literasi
informasi sangat berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan
terhadap semua aspek kehidupan. Literasi informasi menuntut kemampuan
menganalisis suatu informasi untuk digunakan secara tepat untuk memecahkan
masalah. Literasi informasi tidak hanya berkaitan dengan mengakses informasi,
namun lebih kepada proses pembentukan seseorang menjadi pemelajar seumur hidup.
Kecakapan
ICT (Information and Communication Technology Skills)
(Suparlan, 2007) Menginjak abad milenium ketiga ini,
banyak kita yang merasa terperangah menghadapi perkembangan ICT yang demikian
pesat. Betapa tidak! Setiap orang, siapa pun dia, kini telah menggenggam
telepon seluler yang kemampuannya cukup membuat kita tekagum-kagum.
Sampai-sampai kantor pos kita merasa kehilangan bisnis inti(core bussiness)
yang sebelumnya sempat menjadi andalah. Kita juga terperangah ketika alat yang
besarnya benar-benar hanya segenggam tangan itu dapat mengirimkan SMS dengan
begitu cepat, dapat merekam video yang bahkan dapat dihubungkan melalui
komputer, memiliki sistem alarm, ada penunjuk waktu (jam), dan banyak aplikasi
lain yang sebelumnya tidak kita bayangkan. Demikian juga dengan dunia
perkomputeran. Dari komputer hitam putih yang kita miliki pada awal tahun 80 –
90-an, kini telah lahir generasi baru komputer lengkap dengan perangkat
multimedia yang sangat canggih. Kemampuan untuk menyimpan data dan informasi,
serta kecepatan merekam dan menyampaikan informasi, merupakan satu kelebihan
perangkat keras ini yang sebelumnya tidak terbayangkan. Bahkan, kini hard disk
pun dapat kita bawa kemana kita pergi. Flash disk atau USB dengan kapasitas
bukan hanya megabite, tetapi gegabite. Bahkan kadang lebih besar dari hard disk
yang ada di dalam hard disk komputer pribadi (personal computer atau
PC) yang ada di kantor kita. Komputer pribadi yang ada di kantor dan rumah kita
pun kini telah bergeser menuju laptop yang nyaris hanya memiliki berat di bawah
dua kilogram kini banyak ditenteng para dosen, pendidik, bahkan kini juga para
mahasiswa dan pelajar. Di Malaysia kini memiliki program satu siswa satu
laptop. Program itu sesungguhnya telah dimulai oleh Tukul Arwana dalam acara
”Empat Mata” yang demikian paforit itu. Tukul telah memperoleh harga jual yang
tinggi dari kejujuran, kesederhaan, spontanitas, keluguan, dan kecerdasannya.
Sampai-sampai para anggota DPR pun tidak ingin kalah dengan pelawak-entertainer
itu.
Dalam bukunya bertajuk Effective Teaching, Evidence
and Practice, Daniel Muijs dan David Reynolds menjelaskan beberapa hal
tentang kecakapan ICT. Bagaimana ICT dapat membantu siswa belajar?
Pertama, presenting
information. ICT memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk
menyampaikan informasi. Ensiklopedia yang jumlahnya beberapa jilid pun dapat
disimpan di hard disk. Bahkan kini telah lahir google0earth yang dapat
menunjukkan kepada kita seluruh kawasan di muka bumi kita ini dari hasil foto
udara yang amat mengesankan. Dengan membuka www.google.com, data dan informasi akan dengan mudah kita peroleh.
Mau membuat grafik dan tabel? Itu sangatlah mudah. Komputer akan dengan senang
hati membantu peserta didik untuk membuatkan grafik dan tabel secara otomatis,
dengan hanya memasukkan data sesuai dengan yang kita inginkan.
Kedua, quick
and automatic completion of routine tasks. Tugas-tugas rutin kita dapat
diselesaikan dengan menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis. Mau
membuat grafik, membuat paparan yang beranimasi, dan sebainya, dengan mudah
dapat dilakukan dengan bantuan komputer.
Ketiga, assessing
and handling information. Dengan komputer yang dihubungkan dengan intenet,
kita dapat dengan mudah memperoleh dan mengirimkan informasi dengan mudah dan
cepat. Melalui jaringan internet, kita dapat memiliki websiteyang
menjangkau ujung dunia mana pun. Jangan heran, anak-anak kita dapat dengan
mudah melakukan cheating atau ngobrol dengan temannya yang
berada entah di belahan dunia mana.
Masih
banyak lagi manfaat yang dapat kita ambil dari penggunaan ICT dalam proses
pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan dalam bidang teknologi informasi
haruslah dikuasai sebaik mungkin oleh generasi muda kita melalui pendidikan
berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Pendidikan nasional memiliki banyak
tantangan baik dari sisi input, proses maupun output. Beberapa tantangan
pendidikan nasional tersebut adalah sebagai berikut:
1. Banyak anak usia sekolah yang belum dapat menikmati pendidikan dasar 9
tahun. Anak usia 7 – 12 tahun masih dibawah 80% yang telah menikmati pendidikan
(APK SMP 85,22, dan APK SMA 52,2).
2. Tidak meratanya penyebaran sarana dan prasarana pendidikan/sekolah sebagai
contoh: tidak semua sekolah memiliki telepon, apalagi koneksi internet.
3. Tidak seragamnya dan rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang sekolah
yang ditunjukkan dengan masih rendahnya tingkat kelulusan Ujian Nasional dan
nilai Ujian Nasional.
4. Rendahnya jumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ( PTN – 82 dan
PTS – 2.236 (Dikti,2003))
5. Rendahnya daya tampung dan tingkat partisipasi kuliah (Daya tampung sekitar
3,2 juta mahasiswa dengan tingkat partisipasi 12.8%. Padahal, Filipina
mencapai 32% dan Thailand telah mencapai 30%.
6. BAN sebagai penentu kualitas pendidikan menginformasikan bahwa hampir 50%
pendidikan tinggi berakreditasi C (46,35% program diploma dan 47.97% PTN dan
PTS).
7. Rendahnya Tenaga Pengajar Non Formal (PLS). Kebutuhan guru PLS mencapai
angka 519.790 orang. Sementara yang ada hanya sebesar 113.622 orang
atau 22%. Sehingga diperlukan 406.168 guru atau 78%. (PMPTK 2006).
8. Rendahnya tenaga pendidik yang belum memenuhi syarat sertifikasi
(dari 2.692.217 orang guru yang ada, 727.381 orang (27%) memenuhi
syarat sertifikasi, sisanya 1.964.836 (73%) belum memenuhi syarat sertifikasi.
9. Berdasarkan survey HDI th 2005, Indonesia menduduki ranking 112 dari 175
negara (jauh berada di bawah Malaysia dan Bangladesh).
10. Rendahnya tingkat pemanfaatan TIK di sekolah/kampus (Digital Divide), yang
ditunjukkan dengan kondisi dimana tidak semua sekolah mempunyai sarana
TIK. Sekalipun ada, jumlahnya terbatas dan pemanfaatannya masih belum
optimal.
Dampak positif pembelajaran dengan
media ICT
1. Lebih efektif
Komputer memungkinkan siswa belajar sesuai dengan
kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang
ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat siswa dapat
melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Selain itu, biasanya dengan
media ICT ini materi yang begitu padat dapat lebih dioptimalkan penyampaiannya.
Cara pengoptimalan penyampaian ini biasanya dengan metode berkelompok, sehingga
aktivitas belajar siswa akan meningkat.
2. Siswa terlihat lebih bersemangat
Dengan banyaknya aplikasi pada media ICT membuat
semangat siswa meningkat. Pengajar dapat bebas membuat aplikasi menarik yang
tentunya merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut.
3. Meningkatkan pengetahuan tentang teknologi
Di era globalisasi saat ini media ICT berkembang
pesat. Adanya pembelajaran dengan media ICT ini membantu siswa meningkatkan
pengetahuan mereka tentang teknologi selain dari mata pelajaran TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi). Itu dikarenakan keingintahuan siswa yang besar sehingga
mereka tertarik mempelajarinya.
4. Mudah dalam mencari informasi
Dengan media ICT akan mempermudah dalam mencari
informasi, termasuk mengenai materi-materi pembelajaran, terutama dengan media
internet.
Dampak negative dari pembelajaran dengan media ICT adalah ;
1. Siswa kurang memperhatikan saat proses pembelajaran
Media ICT mempunyai banyak aplikasi yang memudahkan
pemakainya. Namun, terkadang karena terlalu berlebihan siswa malah
memperhatikan penggunaan aplikasi tersebut bukan materinya.
2. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan
Untuk beberapa mata pelajaran siswa mungkin dapat
memahami dengn mudah materi yang disampaikan. Namun untuk beberapa siswa kurang
memahami materi di beberapa materi tersebut. Ini dikarenakan penggunaan media
kurang sesuai dengan harapannya meningkatkan kreatifitas siswa. Yang terjadi
adalah komunikasi searah yang kemudian pembelajaran tersebut menjadi kurang
diminati siswa.
3. Memberikan masalah baru kepada sekolah
Dampak positif teknologi terhadap dunia pendidikan
sudah tidak diragukan lagi. Berbagai pendapat pakar dari berbagai disiplin ilmu
sepakat bahwa kehadiran teknologi baru seperti internet dan lain-lain akan
dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Namun perlu disadari bahwa kehadiran
teknologi tersebut di sekolah juga menimbulkan masalah baru apabila sekolah
tidak siap antara lain
a. Sarana disekolah belum memadai
b. Keterbatasan biaya dan tenaga operasional
c. Kepala sekolah dan guru kurang sadar akan pentingnya
media pendidikan
d. Beban orang tua siswa lebih berat
e. Kondisi keamanan sekolah kurang memadai
f. Persepsi yang salah terhadap media pembelajaran
g. Guru merasa terbebani
Kemampuan
literasi informasi siswa yang ditunjang oleh penggunaan ICT
Michael B,
2004). Secara singkatnya literasi informasi adalah kemampuan untuk mengevaluasi
informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber informasi yang
tersedia untuk bisa dimanfaatkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang hendak
dicapai dengan mempertimbangkan keadaan di sekitanya baik ekonomi, sosial,
politik, hukum, dls, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh doyle berikut:
“information literate individual is able to:
tersedia untuk bisa dimanfaatkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang hendak
dicapai dengan mempertimbangkan keadaan di sekitanya baik ekonomi, sosial,
politik, hukum, dls, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh doyle berikut:
“information literate individual is able to:
1. determine
the extent of information needed for certain purposes
2. access
and retrieve the needed information effectively and efficiently
3.
critically evaluate information and its sources
4.
incorporate selected i nformation into one’s knowledge base
5. use
information effectively to achieve specific purposes
6. use
information with understanding and acknowledging the cultural, ethical, legal,
Economic, and social issues surrounding its use” (Doyle, 1992 dalam Moh.
Anwrul, 2010)
Dalam
pengertian Literasi informasi selain menyampaikan hal untuk berpikir
kritis dan menggunakan informasi dengan layak, literasi informasi juga mengandung
pengenalan bentuk penyampaian informasi dari yang sederhana me njadi kompleks,
dan mungkin men gandung kata tercetak, ilustrasi, potografi, grafik, peta, tabel,
multimedia, rekaman suara, computer grafik, atau animasi. Di masa yang akan
datang mungkin ada bentuk lain untuk penyampaian informasi yang tidak bisa
dibayangkan (Eisenberg, Michael B, 2004).
kritis dan menggunakan informasi dengan layak, literasi informasi juga mengandung
pengenalan bentuk penyampaian informasi dari yang sederhana me njadi kompleks,
dan mungkin men gandung kata tercetak, ilustrasi, potografi, grafik, peta, tabel,
multimedia, rekaman suara, computer grafik, atau animasi. Di masa yang akan
datang mungkin ada bentuk lain untuk penyampaian informasi yang tidak bisa
dibayangkan (Eisenberg, Michael B, 2004).
Kemampuanya
memperoleh informasi yang akurat, dari sumber informasi yang
benar serta mampu untuk mengevaluasi informasi yang dimilikinya serta mampu
untuk mengkomunikasikan informasi tersebut pada orang lain sehingga informasi
tersebut selain bermanfaat untuk dirinya juga bisa bermanfaat untuk orang-orang
disekitarnya dengan adanya ICT
benar serta mampu untuk mengevaluasi informasi yang dimilikinya serta mampu
untuk mengkomunikasikan informasi tersebut pada orang lain sehingga informasi
tersebut selain bermanfaat untuk dirinya juga bisa bermanfaat untuk orang-orang
disekitarnya dengan adanya ICT
DAFTAR
PUSTAKA
Damar, Eka. 2012. Pengertian
ICT, Peranan ICT, Dan Pemanfaatan ICT Di Bidang Industri
Manufaktur Dan Industri Pendidikan, (online), (https://ekadamar.wordpress.com/2012/12/15/pengertian-ict-peranan-ict-dan-pemanfaatan-ict-di-bidang-industri-manufaktur-dan-industri-pendidikan/), diakses pada 30 Oktober 2014.
Mingsihmanto. 2010. Dampak Penggunaan
ICT, (online),
(http://ningsihmanto.wordpress.com/2010/07/21/dampak-pembelajaran-dengan-media-ict/), diakses pada 29 Oktober 2014.
Salmubi. Peningkatan
Daya Saing Bangsa Lewat Program Literasi Informasi: Sebuah
Peran Perpustakaan Nasional Di Era Informasi, (online), (http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=52905&idc=34), diakses pada 30 Oktober 2014.
Suparlan. 2007. Penggunaan
ICT dalam Proses Pembelajaran di Sekolah, (Online),
(http://suparlan.com/170/2007/06/07/penggunaan-ict-dalam-proses-pembelajaran-di-sekolah/), diakses pada 30 Oktober 2014.
Wikipedia. 2012. Literasi Infomasi, (online), (id.wikipedia.org/wiki/Literasi_informasi),
diakses pada 30 Oktober 2014.
Yusuf, Adie. Pemanfaatan ICT Dalam
Pendidikan: Kebijakan dan standarisasi mutu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar